Senin, 03 Agustus 2015

On The Fear of Expectation

         Tidak ada satu pun,anak yang lahir dari rahim seorang perempuan meminta untuk lahir,tidak ada satu pun anak yang dapat memilih lingkungan seperti apa yang kelak akan menemani hidupnya,tidak ada satu pun anak yang kelak akan menjadi manusia dapat memlih terlahir sebagai seorang muslim, kristen, yahudi, hindu,jawa, batak, negro,melayu maupun seorang yang terlahir dalam sebuah keluarga dan lingkungan primitif.
          Pada dasarnya seorang anak hanyalah seorang yang tidak tahu apa-apa terhadap ekpektasi yang diinginkan orang tua kelak ketika dewasa.Dunia yang menuntut setiap manusia agar segalanya harus sempurna adalah sebuah hantu yang selalu membuat setiap manusia tidak dapat merasakan betapa indahnya panorama langit senja di setiap sudut sore belahan bumi.
          Keturunan Adam yang tanpa perasaan menumpahkan air kehidupan ke dalam telaga Hawa sesungguhnya adalah suatu bencana kemanusiaan dalam sejarah hidupnya sendiri. Betapa mudahnya keturunan Adam dan Hawa bersenang-senang lalu meninggalkan tanggung jawab atas nafsu kilat mereka adalah bukti betapa mengerikannya sisi gelap setiap manusia.
          Tuhan tidak akan pernah berbicara langsung terus terang kepada manusia,Tuhan seakan meninggalkan manusia dan hanya meninggalkan kalimat-kalimat dialogNya kepada segilintir manusia di Dunia.Kumpulan kalimat yang pada akhirnya terangkum menjadi sebuah buku yang merupakan kitab suci.Namun manusia tetaplah manusia, manusia pada akhirnya lah pula yang merusak indahnya kalimat suci Tuhan.  Bukankah manusia itu sendiri yang selalu menghiasi isi kitab suci melalui tumpahan darah,tindakan keji,dan pada akhirnya satu per satu manusia mulai berpaling dari kitab suci.
         










Tidak ada komentar:

Posting Komentar