Tidak ada satu pun,anak
yang lahir dari rahim seorang perempuan meminta untuk lahir,tidak ada satu pun
anak yang dapat memilih lingkungan seperti apa yang kelak akan menemani
hidupnya,tidak ada satu pun anak yang kelak akan menjadi manusia dapat memlih
terlahir sebagai seorang muslim, kristen, yahudi, hindu,jawa, batak, negro,melayu
maupun seorang yang terlahir dalam sebuah keluarga dan lingkungan primitif.
Pada
dasarnya seorang anak hanyalah seorang yang tidak tahu apa-apa terhadap
ekpektasi yang diinginkan orang tua kelak ketika dewasa.Dunia yang menuntut
setiap manusia agar segalanya harus sempurna adalah sebuah hantu yang selalu
membuat setiap manusia tidak dapat merasakan betapa indahnya panorama langit
senja di setiap sudut sore belahan bumi.
Keturunan
Adam yang tanpa perasaan menumpahkan air kehidupan ke dalam telaga Hawa
sesungguhnya adalah suatu bencana kemanusiaan dalam sejarah hidupnya
sendiri. Betapa mudahnya keturunan Adam dan Hawa bersenang-senang lalu
meninggalkan tanggung jawab atas nafsu kilat mereka adalah bukti betapa
mengerikannya sisi gelap setiap manusia.
Tuhan
tidak akan pernah berbicara langsung terus terang kepada manusia,Tuhan seakan
meninggalkan manusia dan hanya meninggalkan kalimat-kalimat dialogNya kepada
segilintir manusia di Dunia.Kumpulan kalimat yang pada akhirnya terangkum
menjadi sebuah buku yang merupakan kitab suci.Namun manusia tetaplah
manusia, manusia pada akhirnya lah pula yang merusak indahnya kalimat suci
Tuhan. Bukankah manusia itu sendiri yang selalu menghiasi isi kitab suci melalui
tumpahan darah,tindakan keji,dan pada akhirnya satu per satu manusia mulai
berpaling dari kitab suci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar